Poetri Soehendro

Berbagai kisah, cerita, kisah rakyat dan dongeng untuk anak, ada disini.

LEGENDA GUNUNG BATU BANGKAI 2009/05/11

Legenda Gunung Batu BangkaiZaman dahulu di suatu tempat di Kalimantan Selatan, hiduplah seorang janda tua bersama seorang anak lakinya yang bernama Andung Kuswara.  Selain mencari kayu, Andung juga pandai mengobati penyakit.  Mereka hidup rukun dan saling menyayangi.  Setiap hari mereka bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari.  Suatu hari, dalam perjalanan pulang Andung mendengar jeritan seseorang minta tolong.  Ternyata di dapatinya seorang kakek yang kakinya terjepit pohon.  Andung segera menolong si kaked dan mengobati lukanya.  Orang tua itu berterima kasih dan memeberikan sebuah benda sebagai tanda terima kasih.  Benda tersebut adalah sebuah kalung.  Sesampai di rumah Andung bercerita kepada ibunya.  

 Karena ingin merubah nasib nya Andung ingin merantau saja.  Dengan berat hati ibunya mengizinkan Andung merantau.  Tidak lupa ibunya memberikan kalung yang diberiakn oleh bapak tua.  Dalam perjalanannya Andung bertemu dengan seorang petani yang penuh dengan bisul.  Karena kasihan, Andung berusaha untuk mengobati petani tersebut.  Dan, ternyata Andung berhasil.  Kabar tentang kemampuan Andung dalam mengobati menyebar ke seluruh negeri.  

 Sementara itu di kerajaan Basiang, sang raja sedang bermuram durja.  Sudah 2 minggu putrinya tergolek tak berdaya.  Wajahnya pucat pasi dan tergolek tak berdaya.  Berita kepandaian Andung terdengar hingga ke kerajaan Basiang.  Andung diberi kesempatan untuk mengobati sang putri.  Beragam upaya dilakukan tapi tidak berhasil.  Hati Andung tergerak untuk menggunakan hadiah kalung yang pernah di berikan oleh bapak tua di hutan.  Kalung tersebut direndam dalam sebuah mangkuk dan air rendaman tersebut di percikkan ke mulut sang putri.  Tak berapa lama, sang putri pun terbangun.  Matanya terbuka dan wajahnya segar kembali.  Ia pun dapat duduk di pembaringan.  Atas jasanya, Andung dinikahkan oleh sang putri.  Andung hidup mewah di kerajaan Basiang.

 

Ketika sang putri hamil, ia ingin makan buah kasturi yang hanya tumbuh di Pulau Kalimantan.  Karena cintanya Andung pun berburu buah kasturi hingga ke Pulau Kalimantan.  Di kawasan Loksado, Andung berjumpa dengan ibu kandungnya.  Betapa malu Andung melihat ibunya yang sudah tua dan miskin.  Ia tidak mau mengakui ibunya. 

 Sedihlah hati ibu Andung, dan ketika sang ibu berdoa untuk kekuatan, tiba tiba petir dan halilintar sambar menyambar membelah bumi.  Andung menyadari kesalahannya, namun semua sudah terlambat.  Akhirnya Andung menjadi sebuah batu berbentuk bangkai manusi.  Karena kemiripan tersebut, maka penduduk sekitar gunung itu menamainya dengan sebutan Gunung Batu Bangkai. Gunung Batu Bangkai dapat di jumpai di Kecamatan Loksadu, hulu sungai selatan Kalimantan Selatan.

Catatan:

Kisah ini mengingatkan pada kisah Malin Kundang minus sumpah yang di lontarkan oleh sang ibu.  Barangkali cerita ini lebih relevan dengan jaman sekarang?  Silahkan anda putuskan sendiri.

Di google saya melihat memang ada foto Gunung Batu Bangkai.  Namun, terlihat berbeda dengan “bangkai” yang saya pikirkan.

Diambil dari buku LEGENDA GUNUNG BATU BANGKAI – di tulis oleh Pahmi Rohliansyah.  Foto diambil dari www.melayuonline.com.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s