Poetri Soehendro

Berbagai kisah, cerita, kisah rakyat dan dongeng untuk anak, ada disini.

BURUNG KUTILANG – LIDAH BUNTUNG 2009/04/24

Filed under: CERITA TENTANG KESERAKAHAN — Poetri Soehendro @ 9:58 am
Tags: ,

sarang-burung-muraiPak Sabar dan Mak Bawel tinggal di tengah hutan bersama dengan burung kutilang mereka yang pandai bernyanyi. 

 

Pada suatu hari, ketika pak Sabar sedang berburu, burung kutilang menghabiskan satu panci nasi yang telah dimasak mak Bawel.  Ketika mak Bawel lapar dan ingin makan, ia sangat marah melihat isi panci nasi kosong melompong.  Mak Bawel segera tahu ini adalah perbuatan burung kutilang kesayangan pak Sabar.

 

”Selama ini kau selalu dibela oleh pak Sabar!  Sekarang tidak ada lagi yang membela kau!  Aku akan memotong lidah mu supaya kau bisa merasakan bagaimana rasanya tidak memiliki lidah.”  Tidak puas memotong lidah burung kutilang, mak Bawel mengusir burung kutilang dari rumahnya.

 

Ketika pak Sabar pulang kerumah, sedihlah hatinya ketika mengetahui apa yang terjadi.  Segera pak Sabar kembali ke dalam hutan untuk mencari burung kesayangannya.  Ia berjalan jauh sekali, tanpa mengenal lelah. 

 

Ketika malam tiba, pak Bawel beristirahat di bawah sebuah pohon.  Baru saja ia duduk, tiba tiba seekor burung hinggap di pundaknya.

”Wahai burung kutilang ku sayang, aku mencari mu seharian!” pak Bawel memeluk burung kutiangnya dengan gembira.  Sang burung tidak dapat menyapa pak Bawel karena ia sudah tidak memiliki lidah. 

 

Tiba tiba sang burung terbang, dan pak Bawel mengikuti langkahnya.  Burung kutilang tiba dalam sebuah rumah mungil, cantik dan rapi.  Perlahan pak Bawel memasuki rumah tersebut dan ia terkejut karena melihat begitu banyak makanan lezat di atas meja makannya.  Karena lapar yang tiada terhingga, pak Bawel segera menyantap makanan ditemani burung kutilang di sampingnya.

 

Sehabis makan dan istirahat, burung kutilang memberi dua buah kotak untuk pak Sabar.  Pak Sabar memilih kotak kecil untuk di bawa pulang sambil mengucapkan terima kasih kepada burung kutilang yang sudah menjadi bisu.

 

Setiba dirumah, mak Bawel membuka kotak pemberian burung kutilang dan ia merasa terkejut melihat isi kotak tersebut.

”Wow!  Perhiasan emas, berlian dan mutiara!!” jerit mak Bawel gembira.  Namun ia menjadi marah ketika pak Sabar bercerita bahwa ada kotak yang lebih besar dan berat dari kotak yang ia pilih. 

”Mengapa pilih kotak yang kecil?  Harusnya kau memilih kotak yang lebih besar!  Pasti lebih banyak lagi isi emas, berlian dan mutiara!”

 

Keesokan harinya, mak Bawel masuk kedalam hutan berteriak memanggil burung kutilang.  Burung kutilang hinggap di pundaknya dan mengajak mak Bawel untuk bersantap di dalam rumah mungil yang cantik.

 

”Aku tidak mau makanan mu.  Tapi aku mau membawa kotak yang besar yang seharusnya suami ku pilih untuk dibawa pulang!!” kata mak Bawel tanpa malu malu.

 

Segera mak Bawel membawa kotak besar dan berat pulang.  Sudah terbayang lebih banyak lagi emas, berlian dan mutiara yang akan ia dapat.  Setiba dirumah, ia segera membuka kotak tersebut!

 

”Oh!  Tidak mungkin!  Mengapa isinya hanya batu!!!! Dan ular berbisaaa!!!  Tolooonggg!!!” jerit mak Bawel!

 

MORAL OF STORY:

  1. Cerita ini mengenai “keserakahan” seseorang.
  2. Berhati hatilah bercerita soal lidah burung kutilang di gunting.  Untuk anak yang masih kecil, bagian ini dapat dihilangkan.
  3. Ada baiknya diterangkan mengapa memilih kotak yang kecil lebih baik ketimbang memilih kotak yang besar.
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s